Minggu, 07 September 2008

MENEMBUS DEBU KEHIDUPAN


Kaki yang letih

kaki yang tertatih-tatih

kaki yang tak sanggup memijakkan langkahnya

kaki yang hanya bertumpu pada yakin akan tujuannya


Dan beban psikologi telah jadi santapan sehari-hari

dan tak seorangpun tahu

tak seorangpun peduli

aku seorang diri

aku bermanja terasing diri


Hmm…Allah Tuhanku

kududuk disini

menyaksikan tumbuhan bergoyang tertiup angin

menertawakanku

manusia penuh kesunyian


Aku hanya ingin menembus debu kehidupan

walau diliputi penuh pekat penderitaan

aku adalah pejuang

aku adalah pejuang


Menembus debu kehidupan

dan tangan terentang penuh kedamaian

aku memang pria kesepian


Aku pria kesepian

aku pria pencemburu

aku tak berdaya, ya Allah

tapi aku ingin berjuang

menembus debu kehidupan

Tidak ada komentar: