Minggu, 31 Agustus 2008

SEPTEMBER


Tak terasa

telah lama

berjalan beriring berdua


Kau menganggapku agung

aku menganggap kau suci


September

diamnya kau adalah siksa bagiku

tapi pedulinya kau

justru mengusik jiwa mudaku


Jiwa muda

itulah alasanku kini memandangmu

kenapa kau terus berpaling dariku


September

mungkin aku tak boleh takabur

padahal itu semua telah sadar kuperbuat


Aku sering hilang kontrol diri

itu sudah pasti

tapi jangan samakan aku

dengan orang brengsek, September


Aku ingin tulus

menikmati manis perangaimu

seperti saat aku

tak pernah merisaukan hidup


Tapi tentu saja

itu takkan mungkin kan, September

Kau telah buat daftar hitam tentang diriku


Kini yang kubisa

hanya meyakinkan dirimu

bahwa aku akan berubah, September

aku telah berubah

KEHIDUPANKU


Kehidupanku adalah permataku

indah, misterius dan berharga


Kehidupanku adalah lautanku

luas, tenang, menghanyutkan


Kehidupanku adalah guruku

bijak, pintar, menyadarkan


Kehidupanku adalah masa kecilku

lugu, ceria, bahagia


Kehidupanku adalah masa mudaku

bergerak, ambisius, bergejolak


Kehidupanku adalah masa tuaku

perenung, pemaaf, damai


Kehidupanku adalah tong sampahku

lusuh, kotor, berbau


Kehidupanku adalah hutanku

liar, sunyi, menakutkan


Kehidupanku adalah masa laluku

membuai, melenakan, penuh penyesalan


Kehidupanku adalah masa kiniku

aktual, dinamis, reformatif


Kehidupanku adalah masa depanku

terencana, penuh perjuangan

dan menjemput impian

DI BENING SUDUT MATAMU


Rasanya beribu kali

kedua mata kita bertemu

rasanya baru kemarin

pengertian kita bertemu


Telah banyak rintangan

kita lewati bersama

telah lama kepahitan

kita atasi bersama


Di bening sudut matamu

kau tuturkan ketulusanmu

menyibakkan tirai

kehalusan budimu


Di bening sudt matamu

kau luluhkan keangkuhanku

hingga lelehkan sepi

tak lagi sisakan sunyi


Aku bangga kau jadi kekasihku

yang menemaniku

di sisa paruh hidupku

MENCIPTAKAN KEBAHAGIAAN


Apakah kau mampu menciptakan kebahagiaan, kawan

padahal kegelisahan menjadi bagian langkahmu

dan kegundahan telah menguras habis pikiranmu


Ketika kau tahu arti hidup ini

untuk apa hidup ini

kenapa kita harus bahagia

kenapa kita menjadi gelisah


Karena ternyata hidup adalah hidup

harus dijalani


Hmm…menciptakan kebagiaan

hari ke hari

seperti kutak pernah melihat sebelumnya

LAHIR DAN MATI


Manusia

lahir dan mati

takdir dan mimpi


Manusia

tak mampu hidupi

hidupnya sendiri

tak mampu menyaksikan

saat kematiannya sendiri


Lahir adalah syair tanpa irama getir

mati adalah puisi yang mencabik hati


Lahir dan mati

aku antara keduanya

aku adalah kehidupan tanpa ujung pangkal

berharap keabadian melupakan kefanaan


Seolah aku tak pernah lahir

seolah aku tak akan pernah mati


Lahir dan mati

keduanya bagian kecil

tapi bagian besar bagi sekitar


Aku yang duduk di kursi kehidupan

Menghadapi hidangan kematian

Aku tak mau cepat-cepat menyantap

SEDERHANAKANLAH


Sederhanakanlah cara berjalanmu itu

karena kakimu takkan rela jadi penopang

kesombongan tuk bepijak di bumi ini


Sederhanakanlah caramu memandang orang lain

karena wajahmu diciptakan bukan untuk

menjadikan orang lain berfikir engkau angkuh


Sederhanakanlah cara bicaramu

karena mulutmu adalah alat termudah

untuk tergelincir pada jurang dosa


Sederhanakanlah cara berfikirmu itu

karena akal fikiran itu kadang-kadang

berada di titik rawan untuk menantang tuhan


Sederhanakanlah caramu bersikap

karena nilai kemuliaan dari seseorang tergantung

bagaimana ia memperkenalkan dirinya


Sederhanakanlah cara berpakaianmu itu

karena begitu mudahnya menilai kadar iman seseorang

dari penampilan yang ia tunjukkan


Sederhanakanlah caramu makan sesuatu

karena tak layak seseorang itu

mensyukuri rizki dengan tergesa-gesa

TATAPLAH WAJAHKU INI


Sayang

hanya satu yang kuminta darimu

tataplah wajahku ini walau ku tak tampan


Kau akan lihat betapa berat aku

menjadi apa yang

kau harapkan


Tataplah wajahku ini

sampai kau jemu

seperti engkau tak pernah mengenalku


Dan kau memang

tak pernah mengenalku

sampai kubuka diriku sesungguhnya


Dan sungguh

kau takkan pernah mengenalku

kecuali kau mau

jadi pendamping hidupku


Sayang

sudah dekat waktu yang kita tunggu

jangan kau palingkan mukamu lagi


Tataplah wajahku ini

di wajahku ini

sejarah, jiwa, kepahitan dan harapan tergoreskan

SAHABAT SPIRITUAL

Berjalan

disaksikan dedaunan

yang tumbuh dipanasnya trotoar


Berjalan

saling bagi pengalaman

masa lalu

dan kenyataan masa depan


Berjalan

saling berikrar

memperjuangkan cita-cita


Jalan masih panjang, sahabat

jalan itu terjal, sahabat


Seperti cinta yang tak pernah mati

seperti mimpi yang singgah saat gundah

tetaplah di sisiku, sahabat

temani jiwa labilku ini


Bawalah aku pada

keagungan sang pencipta

pada kemuliaan

hamba pilihan-Nya


Jangan hentikan perjalanan ini, sahabat

jangan hiraukan raga ini terpisah, sahabat

karena dipertemukannya jiwa

mengalahkan segalanya

WAKTU DAN MISTERI NASIB


Dari apa murninya hidup

waktu yang menipu

darimana kebahagiaan

waktu yang menjawab


Kalung keberuntungan yang menggantung

dileher manusia liar manusia malam


Waktu

kuketuk waktu

kukutuk waktu

menjamahku

ketika kuraih

pergi lagi


Saksi bagi nasib saksi bagi takdir

rinduku pada waktu seperti mata air mengalir

makin tampak dan terasa sejuk


Kumakin mengerti arti waktu

kujelajah jauh hingga misteri nasib bertemu


Diamnya waktu

berjalannya waktu

nasib kan membuktikan dimanakah aku

sebenarnya antara tahu dan tak pernah tahu

SELANGKAH LAGI

Saat kubergelut dalam pusaran lumpur

tangan-tangan rapuh berusaha menolongku

tak bergeming kuterus berjuang menuju ketepian

rasanya terlalu jauh untuk kujangkau


Sekelilingku kini rawa-rawa busuk

bersatu padu berserakan membuncah

ranting-ranting saling tikam hantam

membuatku terhuyung letih tak berdaya


Laki-laki yang mengandalkan hati

diantara naifnya kata manusiawi

mampukah membersihkan kotor dan debu


Sucikan

sucikanlah

akal terdiam


Aku tak bisa lepas seperti elang

seperti samudra luas menghantam cadas

seperti raja mengadakan sayembara

kemenangan tak asli kemenangan


Aku yang kerasan dalam lumpur

tragis hanya menangis

tak lebih


Masih sedikit jarak kutempuh

sebatas lutut tirani

buah dari pemberontakan


Walau selangkah lagi tapi tak pasti

apa yang dinamakan masa emas

bersemat keberuntungan di dada


Tercapaikah

berlalukah

tak pernah terkenang


Kini selangkah lagi sungguh pasti

kucarikan seribu nyawa bagi diriku

yang menyangsikan perjuangan dan ambisi

di kaki bukit doa dan kesungguhan


Selangkah lagi

tinggal selangkah

nada optimis dalam irama statis

aku berjalan walau terhuyung

menuju apa yang kuimpikan

SINERGI KEPRIBADIAN

Jadillah seorang atlet yang bermental juara

dimana sebuah titik kekalahan belum digariskan

perjuangan masih terus dikumandangkan

dan memang kemenanganlah jadi idaman

Jadilah seorang pedagang yang jujur

pantang untuk mengurangi timbangan

mengutamakan keramahan pada pelanggan

dan memang kemuliaanlah jadi idaman

Jadilah prajurit yang berdisiplin tinggi

ketika waktu latihan perang telah ditentukan

pantang untuk ditunda karena kemalasan

dan memang ketangguhanlah jadi idaman

Jadilah guru yang berbakti pada masyarakat

yang mengajarkan kebajikan dengan kerelaan

tanpa mengharapkan imbalan berlebihan

dan kebijaksanaanlah jadi idaman

Jadilah seorang petani yang ikhlas bekerja

tanpa berharap panen setiap pekan

yang bertani dengan penuh perhitungan

dan memang kesabaranlah jadi idaman

Jadilah seorng seniman yang lugu dan romantis

yang ruang imajinasinya diliputi permenungan

yang membenci kezaliman dan kekerasan

dan memang kedamaianlah jadi idaman

Jumat, 29 Agustus 2008

MENATAP DIRI

Kita selalu saja menunggu salju mencair
padahal belum tentu mentari bersinar esok
dan hidup adalah bergerak, berputar
dan dinamis lebih baik daripada statis

Kita terlena oleh cerahnya pagi hari
padahal sorenya bisa saja mendung,
lalu hujan
dan hidup selalu berubah, berputar
dan antisipasi lebih baik daripada diintervensi

Kemandirian harus dijadikan pilihan
karena imajinasi adalah kerajaan jiwa
yang tak boleh diinvasi, lalu dijajah
siapapun juga, dimanapun juga

Kebebasan harus dijadikan ciri diri
karena individu manusia diciptakan tuhan
dengan kekhasan dan takdir masing-masing
dengan kehidupan dan kematiaanya sendiri