Minggu, 07 September 2008

DIAN YANG HILANG


Aku tak ingat lagi

kapan kau menatapku manja


Aku tak ingat lagi

kapan kau terakhir kalinya berkata

“Rief, aku begitu menyukai senyumanmu itu lho!”


Lalu saat aku mengejutkanmu

ah…matamu itu

matamu yang terbelalak kagum seolah berkata

“bagaimana kau bisa tahu, Rief? Sulit kupercaya!”


Yah, apapun ekspresi wajahmu

saat manja, marah atau BT-mu sekalipun

aku tak ingat lagi


Mungkin ku bisa mengingatmu kembali

bila saja kita bisa dipertemukan kembali

entah kapan?

ku telah lelah mencarimu

DI AMBANG BATAS KESABARAN


Mungkin ku harus melawan harapan

mungkin ku harus melawan kepedihan

seperti langit yang membentang luas

seolah tanpa batas


Berjuang hari ini lupakan yang kemarin

berjuang hari ini untuk hari ini

meniti sepinya hati yang sunyi sendiri

ingin mengangkat jiwa yang sedang meradang


Di ambang batas kesabaran

ketika langkah tertahan

ketika kata-kata berguguran

yang tersisa hanyalah ketabahan

BERHENTILAH MENANGIS


Kaki, wajah dan pergulatan batin

telah tampakkan muramnya


Kuhanya berjalan semata

tak ada yang dikeluhkan

sempurnakan tanggung jawab

tak ada lagi beban di pundak


Kuingin menjadi

manusia yang bediri diantara

dua gunung menjulang tinggi

dan aku ingin

bermuara diantara

pusaran lautan bergelombang dahsyat


Jadi berhentilah menangis

laki-laki pantang menangis

berdirilah

betapa jalan itu masih panjang

untuk dilalui dan dirasakan




BINGKAI KESAN SEBATAS ANGAN


Saat kau hadir memberiku arti

dimana tak ada lagi yang kuingat

selain pertemuan kita di hari itu

dimana hujan sabdakan harapan


Saat kau sentuh sudut keningku

kuterpana, tak sepatah kata

sanggup terucap

hanya butiran rumput dan dedaunan

tenangkanku dari kilatan ragu


Ketika itu hanya senyumanmu

ungkap tirai batinku yang lusuh

yang tersembunyi di ilalang gersang

sepertinya kau ditakdirkan jadi binar mataku


Sepertinya kau tak hanya embun pagi

atau intan mutiara yang berkilauan

lebih dari itu semua, kuyakini

sepertinya kau ditakdirkan jadi mata jiwaku


Kini kau

hanya sebatas tatapan angan

karena begitu jauh dirimu

jauh untuk kujangkau


Tapi

meski terpisah raga

takkan mengurangi

kehangatan kesanmu

menjadi cahaya mimpiku

Yakinlah itu, sayangku

yakinlah






DEWI CANTIKA


Aku ini adalah tajam sorot matamu

dan diantara manis senyum bibir tipismu

dan berada tepat di agung mahkotamu

dan diantara halus budi pekertimu


Aku ingin memberikanmu manja

dan disaat kau berikanku arti

membuatmu terlalu indah bagiku

membuatku setia berdiri disini


Bulir-bulir berlian yang berkilauan

itu adalah aku yang bergairah kini

rasakanlah detak jantungku ini

kaupun tahu aku tak hanya menikmati tatapanmu


Dewi Cantika cantik nian kau

tak seperti diriku yang duduk tepekur

Dewi Cantika geraikan rambut panjangmu

biarkan harumnya buatku mabuk kepayang


Matamu, hidungmu, bibirmu, dan suaramu

rasanya itu aku

ya itu aku


Tapi kenapa kau jauh untuk kujangkau

apakah ku harus tetap rahasiakan cinta ini

atau memang segalanya tak pernah jadi kenyataan

MATA JIWA


Mata jiwa

soul eyes

where are you now ?


Mata jiwa yang selalu menemani

menuntunku

a guide in my lifetime

begitu setia


My soul eyes

i hope you arrived today

i need your smile

aku kering tanpa senyummu


Mata jiwaku yang biru

beautiful and so lightly

don’t leave me alone again, please


Tak terasa memang jelajah waktu

and my purposed is only one

love

ya cinta

itulah salah satu alasanku bertahan hidup


Mata jiwa

do clear my intention

i know what I do

tapi aku tak kuasa


Hadangan dan rintangan

like kill me

like destroy me

aku nyaris hancur


Dan kau

mata jiwakulah

save my life

thanks


Aku tahu

dan akan aku jaga selamanya

till god call you back

and the angel fetch me


Mata jiwa

lebih lamakah engkau

jadi pandu jasadku?

INGINKAH KAU TAHU SEBUAH RAHASIA?


Kugenggam jemarimu

dan matamu menatapku tajam

sudahlah…

tak sadarkah betapa

aku tak bisa melepaskan bayangmu

memang segalanya menjadi rahasia

dan kau tak mau tahu


Inginkah kau tahu sebuah rahasia?

rahasia itu

sayangku

dan hanya kau saja yang tahu

maukah kau tahu sayangku


Sayangku

simpan erat rahasia ini

bila nanti kuungkapkan

jaga dengan baik

aku percaya

bahwa sesungguhnya

engkaulah belahan jiwaku

layak tahu rahasiaku